s

Jumat, 11 April 2014

Ibunda laila

Aku takkan lupa jumat siang itu saat aku duduk di bangku kelas 1 sma. Seperti biasa aku pulang dan masuk kedalam rumah. Namun saat itu aku merasa tak biasa. Aku kira ANDA menjalani rutin kemoterapi tiap 2 minggu. Sofa hijau tua pilihanmu aku duduki sambil menonton tv. kebetulan channel yang aku lihat adalah kisah tentang kematian putri diana yang meninggalkan anak2nya. Ah... rasanya hati semakin tak nyaman, aku masih ingat suasana rumah yang enggan gaduh laksana ruang kedap suara, padahal aku tak sendiri dirumah. Tak lama telfon berdering. Aku disuruh datang menemuimu dengan polosnya. Ruang icu itu seakan membisu membiarkan kau terbaring di kasur. Sendiri aku menuju ke ANDA dengan deras air mata. Kau ingin berucap padaku dengan selang oksigen membuat air mata ini bak air terjun yang menetes menghantam bebatuan. Dan aku takkan lupa dini hari itu kau telah pergi selamanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar