Saya belajar banyak dari Sang Gitar , dari Sang Gunung , dari Sang Teman , dan Sang Keluarga , Semua ditarik garis liniear lurus yang mengajari bagaimana menghormati "Kamu", wanita yang membuat saya berubah 360 derajat. Dari sebuah telaga 2400, dari sebuah tenda merah, sudah bukan gaya anak SMA yang alay , yang mengumbar - umbar segalanya . Tapi inilah yang dinamakan sebuah "cinta" , yang tak direncanakan , timbul dari hal-hal kecil namun kita berdua yang menganggap istimewa. Karena cinta yang sesungguhnya adalah mencintai segala kekurangan , bukan mengagumi kelebihan. Jawabannya dari ayat 4 Al Ahzab. lagi-lagi kita yang tau , mereka semua tak akan pernah tau istimewanya ayat itu . Yang merubah semuanya , yang dewasa menutupi yang kekanak-kanakan , yang pemarah ditutup oleh tawa , yang penuh mengisi yang kosong , yang menyatukan 10 jemari tangan kita.
Ada warna baru dalam hari-hari kita berdua sekarang. Seperti halnya bermain gitar tak akan indah tanpa 7 nada yang terangkai. Seperti halnya Sang tertinggi di Jawa Mahameru tanpa Sang Ranu Kumbolo pemandian dari Dewinya-Dewa. Seperti Juga Puncak Anjani yang tak bisa menari tanpa desir danau Segara Anakan . Semua perumpamaan itu diringkas menjadi "kita"
ter-untuk Dari yang tErpilih, ter-istimeWa, yang menyamankan hatI , yang memFasilitAsi romaNtIk
Tidak ada komentar:
Posting Komentar