s

Rabu, 23 April 2014

Sisi Lain Dirimu

 Aku tak peduli orang bersua apa tentang dirimu , tak sedikitpun aku menyukai kelebihanmu , aku lebih suka menerima kekuranganmu , kuterima dengan senyum gembira seperti segar lembah rerumputan .  meskipun bola mata kita jarang terkunci satu sama lain , meskipun suara kita tak pernah memenuhi taman-taman indah , meskipun gerak motorik kaki kita tak pernah menyusuri luas dunia ini, meskipun telinga kita tak pernah ada bisikan halus angin cinta. Aku suka kamu , aku mengungkap sebuah tabir pendaman kokoh lembar usang memori dirimu. Mungkin ini yang Amerika Serikat sebut Hak asasi , bebas bercicit layaknya kenari mewah.

Senin, 14 April 2014

Senja Disandingmu

Senja...
Saturasi dari warna langit biru laut & merah tajam sisa kerja rutin sang surya. Kepal tangan ini membisu disentuh lentik jemarimu. Raut wajah ini menatap tumpul mutiara bola matamu. Kau tau sayang siluet bayangan kita yang terukir menjadi harmoni dibebatuan seakan mengunci senyawa oksigen yang kita hirup bersama. Membangun pondasi kuade pelaminan. Namun aku takut merasuk ke ruang imaji masa lalumu. Aku tak mau kau berjalan di fantasi masa lalumu. Pahamlah !

Sabtu, 12 April 2014

Ranu kumbolo

Tak percaya rasanya. Hamparan luas air segar terselubung malu seakan sembunyi dari khalayak ramai. Aku bukanlah seorang pecinta alam. Tapi aku seorang yang tahu indonesia itu cantik Dan tak patut dinodai oleh sampah plastik logistik ataupun kaleng butana. Setelah koar dari film tentang semeru. Mungkin para pendaki sejati gusar Seakan berkunjung kesana meninggalkan noda cemar sampah. Namun aku pernah merasakan hanya ada 2 tenda dalam sehari di bibir danau. Angin berbisik sayu. Tanpa ada teriak pekak manusia. Rasanya mulut gemetar memuja tuhan semesta alam. Dan jackpot canda ria sahabat. Menenggak langsung tenangnya dingin air ranu kumbolo akan selalu aku kurindu. Seperti romeo yang merindu juliet.

Jumat, 11 April 2014

Sujud Dikepala Mahameru

Ranukumbolo tak bosan aku senyum melepas dahaga disitu. Tanjakan cinta tak kugubris mitosnya. Oro-oro ombo menyuguhkan tari rerumput lavender. Kalimati menyulut gumam pesimis dengan mempertontonkan puncak para dewa. Ganas Arcopodo hanya pemanasan. Perjuangan sebenarnya dimulai dari batas vegetasi hijau dan abu-abu. Pasir diinjak seakan menolak kaki menapaki meter selanjutnya. Yang ada hanya lelah, putus asa, tekad, doa , dan harmoni semangat tawa teman kita. 26 agustus itu aku lunglai sujud menangis deras di hamparan pasir vulkanik mahameru tanah tertinggi jawa. Tak ada riuh yang memberi sambut selamat. Hanya lari kencang angin, wedus gembel jonggring saloko. senyap. Rasanya dada lapang berdiri di atas samudra awan. Mulut jarang berucap Serasa hina dihadapan tuhan .

sedikit rangkaian imaji menjadi sebuah sinematografi saat di semeru
http://www.youtube.com/watch?v=UOUM-arpx9A

Kutelan marahmu

Kau marah aku terpejam mentah..
Kau emosi aku terdiam tuli..
Kau menangis aku tersenyum melankolis..
Kau lunglai aku gontai..
Kau mereda aku simpan rahasia..
Rahasia kemarahanmu..

Tawamu dengan caraku sendiri

Kau tau sayang aku suka ratusan gunung di indonesia...
Jika kelak bersanding didepan penghulu....
Aku akan mengajakmu pergi...
Bukan bermewah di hotel ato bungalow mahal tapi mendiami tenda kapasitas 2 org di rinjani...
merasakan atmosfer camp diatas samudra awan plawangan sembalun dan meneteskan air mata dikeindahan puncak anjani serta segarnya danau segara anakan yang menyegarkan dahaga peluh keringat kita...
Jika kau tak mampu melewati 7 bukit penyesalan rinjani tak apa sayang...
Masih ada semeru...
ranukumbolo bak danau para permaisuri, pagi membuka pintu tenda menyambut hangat serbuan hangat mentari lalu saat diujung malam sibuk berdua mengagumi lautan bintang kalimati laksana butiran pasir serta mahameru tanah tertinggi di pulau jawa puncaknya para dewa di kisah mahabarata...
Jika kau tak jua mampu mengalahkan egomu sendiri diterjalnya mahameru sayang tak apa...
Kita tetap bersanding , laksana arjuno-welirang , merbabu-merapi, dan sindoro-sumbing.

Ibunda laila

Aku takkan lupa jumat siang itu saat aku duduk di bangku kelas 1 sma. Seperti biasa aku pulang dan masuk kedalam rumah. Namun saat itu aku merasa tak biasa. Aku kira ANDA menjalani rutin kemoterapi tiap 2 minggu. Sofa hijau tua pilihanmu aku duduki sambil menonton tv. kebetulan channel yang aku lihat adalah kisah tentang kematian putri diana yang meninggalkan anak2nya. Ah... rasanya hati semakin tak nyaman, aku masih ingat suasana rumah yang enggan gaduh laksana ruang kedap suara, padahal aku tak sendiri dirumah. Tak lama telfon berdering. Aku disuruh datang menemuimu dengan polosnya. Ruang icu itu seakan membisu membiarkan kau terbaring di kasur. Sendiri aku menuju ke ANDA dengan deras air mata. Kau ingin berucap padaku dengan selang oksigen membuat air mata ini bak air terjun yang menetes menghantam bebatuan. Dan aku takkan lupa dini hari itu kau telah pergi selamanya.

Rabu, 09 April 2014

Kamu.

Kau tahu imaji ini baru kutuangkan pagi ini. terbangun dari rehat raga semalam,  senyum dinginmu selalu menari di otak kiri. Kau bagai gravitasi bumi yang menarik syaraf cintaku tuk melekat di rongga jantungmu. Dunia tak setara kita. Aku berdoa kamu bisa melengkapi tulang rusuk yang melindungi organ-organ vital jiwaku.