s

Selasa, 10 Desember 2013

Hujan Bercerita

Ah rasanya sejuk mendengar 5 rangkai huruf itu..
Bau tanah basah membuat murung...
Belum lagi pepohonan yang terlihat ceria setelah digelitik oleh hujan...
Mata ini rasanya kedip sayu tak kuasa tertawa melihat air mungil yang jatuh dari singgasana tuhan yang maha kuasa..

Malamku

Malam....
Deskripsinya beda tiap manusia...
Saat segolongan nocturnal sibuk dengan linting tembakau dan seduhan kopi...
Saat segenap orang terlelap manja...
saat sebagian anak-anak menyimak dongeng tidur dan peluk sayang dari ibundanya...
Saat segelintir tunawisma menggigil di emperan toko sederhana...
Aku punya secuil malam sendiri...
Aku terbaring menikmati desiran angin yang syahdu...
Menanti buaian mimpi menyerbu...
Kadang jua terbersit takdir jika esok pagi pohon arsy menggugurkan daun yang bertulis namaku dan malaikat menutup tirai cerita hidupku...
Sangat tabu...

Kamis, 10 Oktober 2013

Pendakian Mahameru I

Lelah dengan semua sandiwara khas domisili kota besar.  kami ber-4 Acil, Boby, Heru Sam melarikan diri dari belenggu Surabaya , jam 9 malam petualangan kami dimulai, diawali duduk tenang di lonjoran sofa bis dari terminal bungurasih , lalu angkot putih bak manusia separuh baya arjosari, dan gagahnya truck yang lantang merayap di aspalan menuju ranupani.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
pukul 2 dini hari , aku tak bisa menjawab jika kalian tanya seberapa dingin dilingkup sunyinya ranupani , sangat dingin sampai menyentuh minus. Minus ? yahhhh karena kita berangkat tepat puncak musim panas 23 Agustus 2013. selama 4 jam kami hanya duduk murung di hajar oleh sang maha dingin.

s
----------------------------------------------------------------------------------------------------
pagi itu kami berjalan hanya ingin 1 hal , "terik matahari" untuk kembali



--------------------------------------------------------------------------------------------------------
           Dari landengan dowo kita diintip oleh puncak 3676 dengan khas tubuh hijau dan kepala abu-abu


------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Sore itu kami tiba di destinasi pertama, 
"Ranu Kumbolo" 
danu para dewa...
penyegar dahaga kita...

------------------------------------------------------------------------------------------------------------
ditepian ranukumbolo duduk mengistirahatkan raga sambil sisi shelter dengan background tanjakan cinta 
 yang tak kuhiraukan mitosnya












------------------------------------------------------------------------------------------------------------
semalam Kumbolo menyanyikan beku yang kita rasakan kawan dalam peluk sleeping bag dan naung tenda , rasanya aliran darah dan pembuluh nadi tak bekerja maksimal.
namun kumbolo benar-benar menunjukkan keindahannya pagi itu. dan sang surya tepat berada di tengah cekungan bukit. tak ingin ku menyia-nyiakan momen ini , kopi, linting tembakau sejenak dinikmati bersama senyum sepi para pendaki lainnya


--------------------------------------------------------------------------------------------------------
setelah perlahan jalan di tanjakan cinta , entah dari mana nama aneh itu

--------------------------------------------------------------------------------------------------------
dan ini segara rerumputan yang menari saat kita melewatinya "oro-oro ombo" , dan menuju cemorokandang - jambangan - kalimati 

seakan hutan ini memberi jawaban diantara kesunyian kita 














kalimati pun mempersilahkan mulut kita bergumam pesimis dengan kejauhan wedus gembel dari
jonggring saloko


senja ini kita tutup dengan peluh keringat kembali..
rasanya tak percaya aku berada di hamparan rumput keras kalimati,..
dini hari nanti kita summit attack ,..
berjuang mencumbui pasir mahameru,..
melawan rawan hypotermia...,
berjuang menapaki dan berdiri di tanah tertinggi jawa, ..
dan melihat sang saka merah putih yang elok di atas samudra awan..

sedikit rangkaian imaji menjadi sebuah sinematografi saat di semeru
http://www.youtube.com/watch?v=UOUM-arpx9A





















Pendakian Mahameru II

jam 1 malam kita ber 4 bangun dari rehat sejenak
rasanya raga malas melepas sleeping bag yang menyimpan hangat ,
lalu keluar tenda , tak lupa doa, bukan sekedar doa, tapi ini menyangkut hidup kita

3 subuh - 2900mdpl khas pepohonan arcopodo yang suram dan blank yang siap menerima nyawa anda. aku tak bisa berkata dinginnya , lubang hidung serasa teriak ditusuk oleh angin kaki mahameru



------------------------------------------------------------------------------------------------------------
lalu ini adalah sunrise termahal yang aku rasakan , matahari 26 agustus senyum lebar menghangatkan jiwa, entah mengapa sedikit air mata menetes saat momen ini, ahhh rasanya hidup saya masih penuh dengan dosa

------------------------------------------------------------------------------------------------------------
ini adalah secuil perjuangan kita, pasir yang diinjak seakan menolak meter selanjutnya, hanya putus asa yang ada, rasanya ingin mengakhiri dan tidur di kamarku yang bau keringat, semakin lama jalur tak bisa dinalar , hanya batu-batu besar yang tertawa menguji mental dan spiritual kita.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------
tak punya energi lagi aku yang berbalut jaket merah duduk , sedang heru berjaket hitam dengan tatap putus asanya menatap ke arah puncak yang tak ada ujungnya dan boby di atas kepalaku . mata dimanjakan hamparan gunung kepolo, oro-oro ombo - kalimati, kaldera bromo, gunung penanggungan , arjuno-welirang , dan argopuro, sungguh lukisan TUHAN yang sempurna
--------------------------------------------------------------------------------------------------------
ini detik yang tak akan luntur ditelan zaman , setelah 8 jam merangkak putus asa , aku disambut semburan wedus gembel jonggring saloko 

----------------------------------------------------------------------------------------------------------
dan  ini adalah buah dari perjuanganku , perjuangan melawan diriku sendiri , "Mahameru 26 Agustus 2013"

------------------------------------------------------------------------------------------------------------
 Keadaaan Puncak Saat itu sepi sekali mungkin karena sudah melebihi batas aman pendakian yaitu pukul 11 siang , karena momen sepi itu aku tak kuasa air mata ini menetes deras , rasanya aku tak punya beban , aku seakan tak percaya , siang ini aku berada di Tanah Tertinggi Jawa, di puncak para dewa. Ditempat Soe hoek Gie dan idhan Lubis menutup tirai hidupnya di kesunyian dan kabut mahameru.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------

------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"diatas puncak ada awan, diatas awan ada merah putih , diatas merah putih ada tuhan semesta alam"