Lelah dengan semua sandiwara khas domisili kota besar. kami ber-4 Acil, Boby, Heru Sam melarikan diri dari belenggu Surabaya , jam 9 malam petualangan kami dimulai, diawali duduk tenang di lonjoran sofa bis dari terminal bungurasih , lalu angkot putih bak manusia separuh baya arjosari, dan gagahnya truck yang lantang merayap di aspalan menuju ranupani.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
pukul 2 dini hari , aku tak bisa menjawab jika kalian tanya seberapa dingin dilingkup sunyinya ranupani , sangat dingin sampai menyentuh minus. Minus ? yahhhh karena kita berangkat tepat puncak musim panas 23 Agustus 2013. selama 4 jam kami hanya duduk murung di hajar oleh sang maha dingin.
----------------------------------------------------------------------------------------------------
pagi itu kami berjalan hanya ingin 1 hal , "terik matahari" untuk kembali
--------------------------------------------------------------------------------------------------------
Dari landengan dowo kita diintip oleh puncak 3676 dengan khas tubuh hijau dan kepala abu-abu
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Sore itu kami tiba di destinasi pertama,
"Ranu Kumbolo"
danu para dewa...
penyegar dahaga kita...
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
ditepian ranukumbolo duduk mengistirahatkan raga sambil sisi shelter dengan background tanjakan cinta
yang tak kuhiraukan mitosnya
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
semalam Kumbolo menyanyikan beku yang kita rasakan kawan dalam peluk sleeping bag dan naung tenda , rasanya aliran darah dan pembuluh nadi tak bekerja maksimal.
namun kumbolo benar-benar menunjukkan keindahannya pagi itu. dan sang surya tepat berada di tengah cekungan bukit. tak ingin ku menyia-nyiakan momen ini , kopi, linting tembakau sejenak dinikmati bersama senyum sepi para pendaki lainnya
--------------------------------------------------------------------------------------------------------
setelah perlahan jalan di tanjakan cinta , entah dari mana nama aneh itu
--------------------------------------------------------------------------------------------------------
dan ini segara rerumputan yang menari saat kita melewatinya "oro-oro ombo" , dan menuju cemorokandang - jambangan - kalimati
seakan hutan ini memberi jawaban diantara kesunyian kita
kalimati pun mempersilahkan mulut kita bergumam pesimis dengan kejauhan wedus gembel dari
jonggring saloko
senja ini kita tutup dengan peluh keringat kembali..
rasanya tak percaya aku berada di hamparan rumput keras kalimati,..
dini hari nanti kita summit attack ,..
berjuang mencumbui pasir mahameru,..
melawan rawan hypotermia...,
berjuang menapaki dan berdiri di tanah tertinggi jawa, ..
dan melihat sang saka merah putih yang elok di atas samudra awan..
rasanya tak percaya aku berada di hamparan rumput keras kalimati,..
dini hari nanti kita summit attack ,..
berjuang mencumbui pasir mahameru,..
melawan rawan hypotermia...,
berjuang menapaki dan berdiri di tanah tertinggi jawa, ..
dan melihat sang saka merah putih yang elok di atas samudra awan..
sedikit rangkaian imaji menjadi sebuah sinematografi saat di semeru
http://www.youtube.com/watch?v=UOUM-arpx9A
http://www.youtube.com/watch?v=UOUM-arpx9A











