s

Kamis, 10 Oktober 2013

Pendakian Mahameru II

jam 1 malam kita ber 4 bangun dari rehat sejenak
rasanya raga malas melepas sleeping bag yang menyimpan hangat ,
lalu keluar tenda , tak lupa doa, bukan sekedar doa, tapi ini menyangkut hidup kita

3 subuh - 2900mdpl khas pepohonan arcopodo yang suram dan blank yang siap menerima nyawa anda. aku tak bisa berkata dinginnya , lubang hidung serasa teriak ditusuk oleh angin kaki mahameru



------------------------------------------------------------------------------------------------------------
lalu ini adalah sunrise termahal yang aku rasakan , matahari 26 agustus senyum lebar menghangatkan jiwa, entah mengapa sedikit air mata menetes saat momen ini, ahhh rasanya hidup saya masih penuh dengan dosa

------------------------------------------------------------------------------------------------------------
ini adalah secuil perjuangan kita, pasir yang diinjak seakan menolak meter selanjutnya, hanya putus asa yang ada, rasanya ingin mengakhiri dan tidur di kamarku yang bau keringat, semakin lama jalur tak bisa dinalar , hanya batu-batu besar yang tertawa menguji mental dan spiritual kita.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------
tak punya energi lagi aku yang berbalut jaket merah duduk , sedang heru berjaket hitam dengan tatap putus asanya menatap ke arah puncak yang tak ada ujungnya dan boby di atas kepalaku . mata dimanjakan hamparan gunung kepolo, oro-oro ombo - kalimati, kaldera bromo, gunung penanggungan , arjuno-welirang , dan argopuro, sungguh lukisan TUHAN yang sempurna
--------------------------------------------------------------------------------------------------------
ini detik yang tak akan luntur ditelan zaman , setelah 8 jam merangkak putus asa , aku disambut semburan wedus gembel jonggring saloko 

----------------------------------------------------------------------------------------------------------
dan  ini adalah buah dari perjuanganku , perjuangan melawan diriku sendiri , "Mahameru 26 Agustus 2013"

------------------------------------------------------------------------------------------------------------
 Keadaaan Puncak Saat itu sepi sekali mungkin karena sudah melebihi batas aman pendakian yaitu pukul 11 siang , karena momen sepi itu aku tak kuasa air mata ini menetes deras , rasanya aku tak punya beban , aku seakan tak percaya , siang ini aku berada di Tanah Tertinggi Jawa, di puncak para dewa. Ditempat Soe hoek Gie dan idhan Lubis menutup tirai hidupnya di kesunyian dan kabut mahameru.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------

------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"diatas puncak ada awan, diatas awan ada merah putih , diatas merah putih ada tuhan semesta alam"






Tidak ada komentar:

Posting Komentar