Singkat cerita karena kalo gak disingkat nanti muntah, berangkat 01.00 sampai solo 05.00 subuh. Maacih pak supir yang masih sayang kita yang membiarkan kita masih hidup !!!
Setelah itu naik bis kecil menuju boyolali, transit bis kecil lagi , dengan segala keramah tamahan orang solo, gudangnya tutur kata lembut :) jam 9 kami sudah berada di New Selo .
new selo , gerbang pendakia merapi
Jumat pagi langsung trekking , gunung yang sulit adalah yang tidak ada sumber air , salah satunya si merapi ini , walhasil ya bawa dari bawah, dan manajemen air harus bagus agar trekking pulang pergi air cukup.
Saat itu jalur sangat sepi , mungkin hanya beberapa bule yang lewat, serta beberapa pendaki pribumi yang berpapasan, semuanya turun, yang naik sih gak ada.
Treknya mirip2 penanggungan jawa timur , tapi debu pasir nya tebal, menuju pos 1 kira 2 jam kami berjalan, ke pos 2 2 jam, lama karena fisik kecapekan setelah di gembleng waktu naik bis semalem ! :( xixixixi
Tapi memang alam mengerti kita saat lagi lelah, setelah pos 2 ,mereka menyuguhkan keelokannya, segerombol samudra awan membiarkan kita ber 3 menikmatinya , tidur dengan semilir angin sejuk, merokok , sedangkan dibawah kita telah tersulam sebuah permadani awan. Allahuakbar.
trek sebelum sampai di camp
Karena capek , kami langsung buka tenda, dan suhu saat itu dingin sekali. Seperti biasa senja kami masak, lalu ada 2 pendaki datang , 1 laki dan 1 perempuan mungkin mereka pasutri, mereka minta ijin camp di sebelah kita,
Kami ingat betul hanya 2 tenda saja yg camp,.tenda kita yang isi 3 orang, serta 1 tenda pasutri itu. Kami pun tidur . pengalaman ini saya ceritakan apa adanya , tanpa ada dramatisir atau cerita bohong
lingkaran merah adalah lokasi tenda kami, tenda kami berada paling belakang , sedangkan garis merah adalah blank / jurang yang tak bisa dilalui , believe ?
Entah itu jam berapa , aku tiba2 terbangun karena suara gaduh , sedikit gambaran , tenda yg saya bawa adalah tenda Rei kapasitas 5 orang , yang berteras sekitar 1 meter x 1 meter. Ini adalah sebuah pengalaman diluar logika, karena saat terbangun posisi ku tetap tiduran di dalam sleeping bag, tapi jelas telinga ini mendengar di teras tenda kami ada yang berjalan-jalan , derap langkah kaki ditempat sekecil itu , percaya ato tidak saya mendengarnya,.pikiranku positif aja,.anggap saja dia orang, lama kelamaan sekililing tenda kami banyak orang berjalan., brak brak brak brak , sisi depan tenda mungkin bisa dilalui pendaki, nah mistisnya,.sisi belakang tenda kami itu hanya 50 cm tepi jurang ,.tidak mungkin ada pendaki berjalan disitu, nyatanya aku mendengar jelas di belakang kepalaku banyak orang berjalan, brakkk brakkkk , samping kiri adalah tenda pasutri , disitu juga ada derap langkah kaki, sisi kanan adalah sebuah batu besar, nyatanya juga ada derap langkah kaki brak brak brak , "mereka" mengelilingi tenda kami :) bisa membayangkan kalian dikelilingi oleh penduduk pasar setan / bubrah merapi . Aku hanya membaca sholawat , lalu tertidur,.
Alhamdulillah saat pagi hari kami terbangun, dan ternyata si faris aku tanyai."nyil mambengi nak teras onok sinh melbu a ?" di menjawab "iyo mambengi onok sing melbu trus mlaku nak njero , ternyata kita ber 3 mendengar derap kaki itu , kita ber 3 ternyata sama2 bangun , tapi tetap pada posisi di dalam sleeping bag ,.kita ber 3 menikmati suguhan jin merapi bersama2 tapi tanpa kami tahu satu sama lain kalo sama2 terbangun ..
Kami beruntung , bisa mendengar mereka,
Paginya kami sukses summit puncak merapi 2900 mdpl ,.sebuah kawah yang pecah setalah letusan mahadahsyat 2006. Indah sekali pesona mu merapi.



Hiii.. serem pek.. ������
BalasHapusTp subhanallah ya pmandangannyaa.. ������
makannya naik dong , jangan makan mulu kak :p
Hapus